Siapa sangka, kopi yang digemari banyak orang, dulunya bisa jadi alasan istri untuk meminta cerai. Hal ini terjadi lantaran pada masa kerajaan Usmaniyah (sekitar tahun 1656) telah mengeluarkan sebuah maklumat melarang membuka kedai-kedai kopi. Praktis, meminum kopi juga dilarang di negara Timur Tengah itu. Bahkan jika dilanggar para peminum kopi bakal kena hukuman cambuk. Alhasil, takut dengan hukuman itu, suamipun melarang istri menyeruput minuman sarat kafein tersebut.
Wah, bagaimana jika itu terjadi hingga saat ini. Beruntung, di belahan dunia lain, tepatnya di Swedia, ketika Raja Gustaff II menjatuhkan hukuman kepada sepasang saudara kembar. Seorang dihukum hanya meminum teh, sementara seorang lagi dihukum menyesap kopi. Ternyata, yang mati lebih dulu adalah peminum teh sedangkan peminum kopi hidup hingga usia 85 tahun. Maka, sejak saat itu informasi tentang kopi dan kisah si kembar menyebar sehingga kopi dianggap minuman berkhasiat. Hingga kini minuman kopi menjadi menu mewah di kalangan bangsawan dan minuman favorit di seluruh dunia.
Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Tahukah Anda, awalnya kopi dijadikan sebagai makanan. Biji kopi yang telah dihancurkan lalu ditambahkan minyak. Adonan ini kemudian diolah dan dikreasi dengan bentuk bundar. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu. Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang lalu memodifikasi. Mereka membuat minuman dengan mencampurkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.
Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara. Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diizinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.
Di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi. Dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter. Namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.
Kopi Arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Tak lengkap rasanya membahas kopi tanpa menyebut kopi satu ini. Satu jenis kopi yang tidak biasa. Ia adalah sejenis robusta dan arabika di Indonesia yang dinamakan kopi luwak. Kopi ini dikumpulkan dari kotoran luwak (sejenis musang). Proses terbentuknya sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Proses kopi luwak diawali dengan dimakannya biji kopi oleh Luwak. Tidak semua bagian biji kopi dapat dicerna oleh hewan ini, maka bagian dalam biji tersebut kemudian akan keluar bersama kotorannya. Setelah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya. Sehingga inilah yang memberikan cita rasa tambahan yang unik. Nah, tinggal pilih mau jenis kopi yang mana.
Beberapa orang menganggap, memulai hari tak lengkap tanpa menyeruput kopi. Kini, kopi tak lagi dikenal sebagai penghilang rasa kantuk. Ia telah menjelma sebuah gaya hidup. Di mana-mana kedai kopi menjamur. Dari kedai kopi warungan hingga waralaba yang berada di mal-mal. Setiap kedai kopi menjanjikan tampilan dan rasa berbeda.
Nah, perhelatan akbar piala dunia, adalah momen yang dinanti-nantikan penggemar fanatik olahraga bola. Menariknya, tak hanya penggemar olahraga saja yang menyambut peristiwa empat tahunan ini. Tapi, yang biasanya tak terlalu mengikuti olahraga sepakbola pun bisa ikut seru-seruan. Banyak pula yang menggunakan momen ini untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama dengan teman-teman. Kumpul-kumpul tak akan seru bila tak ditemani minuman maupun camilan.
Tentu, tak lengkap rasanya piala dunia tanpa disuguhi kopi. Para begadangers penikmat kopi menganggap bagai sayur tanpa garam. Maka menu minuman terutama di kafe-kafe, tak lain adalah kopi yang mampu meningkatkan adrenalin dan mengurangi rasa kantuk. Ini sangat cocok bagi penggila bola yang menyaksikan pertandingan bola hingga larut malam bahkan berlanjut hingga dinihari. Bagi penggila bola yang hanya menyaksikan di rumah, kini tak perlu terlalu repot lagi membuat kopi karena saat ini sudah tersedia dalam bentuk sachet. Pilihan rasa juga sudah bermacam-macam. Tinggal pilih mau rasa yang seperti apa. Kepingin mocachino, latte, cappucino, espresso atau malah kopi hitam, tinggal seduh dengan air panas secangkir kopi sudah dapat dinikmati. So, selamat menikmati piala dunia ditemani pilihan rasa kopi favorit Anda. (Nurliah/diolah dari berbagai sumber)
Jenis-jenis minuman kopi
• Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.
• Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.
• Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.
• Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.
• Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.
• Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.
• Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.
• Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.
• Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
• Kopi irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.
• Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.
• Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.
• Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.
• Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen. (Wikipedia)
Wah, bagaimana jika itu terjadi hingga saat ini. Beruntung, di belahan dunia lain, tepatnya di Swedia, ketika Raja Gustaff II menjatuhkan hukuman kepada sepasang saudara kembar. Seorang dihukum hanya meminum teh, sementara seorang lagi dihukum menyesap kopi. Ternyata, yang mati lebih dulu adalah peminum teh sedangkan peminum kopi hidup hingga usia 85 tahun. Maka, sejak saat itu informasi tentang kopi dan kisah si kembar menyebar sehingga kopi dianggap minuman berkhasiat. Hingga kini minuman kopi menjadi menu mewah di kalangan bangsawan dan minuman favorit di seluruh dunia.
Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Tahukah Anda, awalnya kopi dijadikan sebagai makanan. Biji kopi yang telah dihancurkan lalu ditambahkan minyak. Adonan ini kemudian diolah dan dikreasi dengan bentuk bundar. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu. Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang lalu memodifikasi. Mereka membuat minuman dengan mencampurkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.
Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara. Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diizinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.
Di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi. Dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter. Namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.
Kopi Arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Tak lengkap rasanya membahas kopi tanpa menyebut kopi satu ini. Satu jenis kopi yang tidak biasa. Ia adalah sejenis robusta dan arabika di Indonesia yang dinamakan kopi luwak. Kopi ini dikumpulkan dari kotoran luwak (sejenis musang). Proses terbentuknya sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Proses kopi luwak diawali dengan dimakannya biji kopi oleh Luwak. Tidak semua bagian biji kopi dapat dicerna oleh hewan ini, maka bagian dalam biji tersebut kemudian akan keluar bersama kotorannya. Setelah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya. Sehingga inilah yang memberikan cita rasa tambahan yang unik. Nah, tinggal pilih mau jenis kopi yang mana.
Beberapa orang menganggap, memulai hari tak lengkap tanpa menyeruput kopi. Kini, kopi tak lagi dikenal sebagai penghilang rasa kantuk. Ia telah menjelma sebuah gaya hidup. Di mana-mana kedai kopi menjamur. Dari kedai kopi warungan hingga waralaba yang berada di mal-mal. Setiap kedai kopi menjanjikan tampilan dan rasa berbeda.
Nah, perhelatan akbar piala dunia, adalah momen yang dinanti-nantikan penggemar fanatik olahraga bola. Menariknya, tak hanya penggemar olahraga saja yang menyambut peristiwa empat tahunan ini. Tapi, yang biasanya tak terlalu mengikuti olahraga sepakbola pun bisa ikut seru-seruan. Banyak pula yang menggunakan momen ini untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama dengan teman-teman. Kumpul-kumpul tak akan seru bila tak ditemani minuman maupun camilan.
Tentu, tak lengkap rasanya piala dunia tanpa disuguhi kopi. Para begadangers penikmat kopi menganggap bagai sayur tanpa garam. Maka menu minuman terutama di kafe-kafe, tak lain adalah kopi yang mampu meningkatkan adrenalin dan mengurangi rasa kantuk. Ini sangat cocok bagi penggila bola yang menyaksikan pertandingan bola hingga larut malam bahkan berlanjut hingga dinihari. Bagi penggila bola yang hanya menyaksikan di rumah, kini tak perlu terlalu repot lagi membuat kopi karena saat ini sudah tersedia dalam bentuk sachet. Pilihan rasa juga sudah bermacam-macam. Tinggal pilih mau rasa yang seperti apa. Kepingin mocachino, latte, cappucino, espresso atau malah kopi hitam, tinggal seduh dengan air panas secangkir kopi sudah dapat dinikmati. So, selamat menikmati piala dunia ditemani pilihan rasa kopi favorit Anda. (Nurliah/diolah dari berbagai sumber)
Jenis-jenis minuman kopi
• Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.
• Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.
• Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.
• Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.
• Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.
• Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.
• Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.
• Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.
• Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
• Kopi irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.
• Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.
• Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.
• Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.
• Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen. (Wikipedia)
Komentar
Posting Komentar