Setelah Lengser Jusuf SK Ingin Jadi Penulis

Walikota Tarakan Jusuf SK meminta kepada lima pasangan calon yang akan bertarung dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tarakan untuk bisa berbesar hati dan berlapang dada. Hal ini untuk menjaga kondusifitas Tarakan agar tetap terjaga dan tidak menimbulkan konflik.

Ia mengatakan kegagalan bukan sebuah akhir dari perjuangan tetapi hanya kemenangan yang tertunda. Ia berharap bagi yang menang dalam Pilwali tersebut menjadikan kemenangannya sebagai sebuah amanah besar untuk membangun Tarakan dan mewujudkan Little Singapore. Little Singapura adalah julukan yang ditujukan bagi Kota Tarakan agar dapat menyerupai Singapura. Ini adalah ambisi Jusuf SK untuk menjadikan kota Tarakan bersih dan tertib serupa Singapura.

Setelah resmi melepas jabatan 1 Maret lalu, mantan walikota Tarakan selama dua periode ini akan tetap terus mendukung pembangunan Tarakan. Ia masih akan terus mengamati pembangunan Tarakan melalui organisasi sosial dan kepemudaan yang mewadahinya kini. Satu impiannya yang ingin diwujudkan adalah berkiprah dalam dunia tulis menulis. Ia berencana akan menerbitkan sebuah buku.

"Saya ingin tetap berkiprah dan membangun Tarakan melalui pemberdayaan pemudapemudanya. Selama ini prestasi gemilang sudah kita peroleh dari kaum muda kita. Bahkan kita sudah dapat menghasilkan atletatlet dari Tarakan. Mengapa, Menpora Adhiyaksa Dault memilih Tarakan sebagai Tempat Pendidikan Bela Negara karena pemudapemuda kita sudah memperlihatkan kemampuannya di tingkat nasional, ini yang harus terus kita pertahankan," tuturnya.

Satu pesannya kepada pemimpin nanti untuk tetap melanjutkan kebijakan Little Singapore dan sebagai kota jasa, Tarakan harus tetap menjaga kebersihannya layaknya Singapura. Ia meminta pula agar guruguru mendapat kesejahteraan yang lebih baik karena di tangan mereka pemuda Tarakan akan lebih berkualitas. Untuk itu pula, penting bagi para guru untuk diberi pendidikan yang lebih tinggi serta pelatihan kemampuan diri. Sekolah catur dan renang yang telah dibangun agar tetap mendapat perhatian. Ia juga berpesan untuk tetap memperhatikan akhlak pemuda melalui generasi Qur'ani di tengah arus globalisasi yang secara agresif menggedor keimanan kaum pemuda.

"Kesempatan ini juga saya meminta maaf bila ada terdapat halhal yang kurang berkenan selama saya menjadi Walikota. Dana yang saya minta kepada masyarakat sebesar Rp 1,4 miliar untuk kebersihan kota telah saya kembalikan dengan jumlah yang sama. Melalui dana itu, bunga yang didapat kita gunakan sebagai cara untuk membersihkan kota dan membangunan fasilitas kebersihan," urainya.

Dikemukakan Jusuf, adanya otonomi daerah memberi kesempatan emas kepada daerahdaerah untuk berlomba membangun daerahnya. Hanya saja, daerahdaerah perbatasan belum mendapat perhatian memadai. Itu bisa dilihat di Sebatik yang merupakan wilayah Tarakan. Infrastruktur belum memadai, begitupun pendidikan, tata kota, sekolahsekolahnya. Hal ini membuat sebagian masyarakat Indonesia tak selalu bangga dengan Indonesia. Akibat pemerintahan yang sentralistik mejadikan Indonesia Jaya karena tidak memperkuat daerah.

"Mindset NKRI harus lebih dikuatkan, ekonomi ditingkatkan. Primordialisme dihilangkan dari masyarakat karena akan melemahkan persatuan. Saatnya pertumbuhan ekonomi lebih ditingkatkan," tandasnya. (lia)

Komentar